Tepat masa libur datang, kali ini order wisata mengalir. Ada 2 perjalanan wisata yg harus saya lakukan dalam persamaan hari. unt 28 Juni 2013, pagi jam 09.00 tour menuju Bali berlangsung lebih dulu. Bagian ini penulis memimipin langsung perjalanannanya. Sedang malam pk 20.00 tour ke arah Pangandaran-Bandung dalam satu paket, saya tugaskan tour leader bersama seorang pendamping melaksanakan tugas ini. Jadi hari itu tugas dua tour harus saya lakukan.
Perjalanan kali ini, hasil ke Bali, lebih khusus ke Besakih.
Tour ini merupakan permintaan seorang ibu yang sukses yang ingin membahagiakan keluarga besarnya dengan mengajak ke Bali. Kali ini saya ketiban sampur unt mengantarkannya. Setelah menyiapkan diri amunisi seperti biasa -membawa snack, minuman, menempelkan mmt perjalanan; bus melaju ke lokasi peserta. Meruntut dari lokasi awal, menyusuri jalan jendral sudirman yg padat merayap. Maklum masa libur banyak orang pergi berakibat jalan padat dan sesak. Tiba di lokasi penjemputan membutuhkan waktu 45 menit yang seharusnya bisa ditempuh 20 menit.
Sesudah persiapan dan peserta masuk, segera bus meluncur ke arah timur melalui jal;u pantura. Menjelang siang, mem,asuki kota pati, peserta berhenti sejenak unt melakukan sholat siang. Membutuhkan waktu 1,5 jam krn masih mendengarkan kotib berkotbah. Akibatnya, rencana pk satu harus makan siang di Tuban, maka makan siang tertunda hingga pk 14.00. Tentu ini berakibat molornya jadwal yg lain.
Memasuki arah Surabaya dengan melalui jalan Tol, makan malam cukup tertunda. Jam 7 malam masuk tol yg berakibat tak bisa menemukan rumah makan unt makan malam. Makan malam teretrunda, dan baru bisa santap malam setelah keluar dari tol di sebuah depot makan sederhana. Sebenarnya pemilik akan menutup krn pesanan sdh overlout, dgn sisa lauk yg ada kami dilayani unt makan malam. Maklum krn lapar, kami terlihat lahap sekali. Sambil sekali bergurau unt menghilangkan rasa lelah akhirnya nasi satu piring habis masuk perut.
Tengah malam, rombvongan memasuki Kota Bangil. Berhenti sejenak, menunggu 2 orang eserta yg ruanya ikut dengan memanfaatkan erjalanan yg harus mamir dulu. Cukup 10 menit uarng yang ditunggu sdh datang. Seorang ibu tengah baya beserta anaknya siap naik dan menuju Bali. Mereka murah senyum dan kelihatan senang. Ternyata baru satu kali ini ke bali. Itu mungkin petunjuk ronan wajah yg ceria.
Pagi kami belum menunjukkan tanda2 samapai penyeberangan. rupanya bus yg saya tumpangi kurang menunjukkan greget untuk mengejar waktu. Jam 9 kami hamir mendekati Ketapang. Bus saya perintahkan unt berhenti cari tempat transit unt sarapan dan makan pagi.
Sebuah rumah makan penyedia soto surabaya kami temukan. Pintu terbuka, anehnya penghuni tak bisa ditemukan. Kami beranikan masuk dengan memberi uluk salam. "Niat ingsun masuk unt keperluan baik" Dengan rasa pd kujelajah ruang sekitar. tak juga kutemukan enghuni. Sesaat berikutnya, seorang gadis remaja yg rupanya pelayan rumah makan keluar, kelihatan habis mandi. Dengan kikuk ia menemuiku. Kujelaskan maksud dan tujuan ke sini. Ia mengangguk, rupanya mengerti apa yg kumaksud.
Dengan seijin pelayanan rumah makan kupersilakan peserta tour unt mandi dengan 4 kamar mandi yg tersedia. Bergilir mereka memanfaatkan sambil menanti soto disiapkan untuk dihidangkan pada kami. Bergantian kami mandi, hingga soto dan segelas teh hangat tersaji di meja. Tak sabar hidangan itu disantap.
Jam 11.00 bus telah andri di penyeberangan. Seorang petugas tak resmi-sepertinya tak menggunakan seragam tapi miunta uang penyeberangan yg tak sesuai tarif yg tertera di loket masuk- nmemninta uang dan karcis pas unt menyeberang. Sempat aku cari info, ternyata tarif tak resmi ini sdh biasa berjalan. Anehnya petugas resmi membiarkan hal itu. Bentuk korupsi lain yg dipelihara di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Entah kapan akan berakhir.
Agak siang baru sampai Gilimanuk. Perut sdh kerocongan, tanda minta isi. Segera soir aku intruksi berbelok jika ketemu rumah makan. Akhirnya sebuah rumah makan di tepi sawah yg lumayan nyaman, disitu romb berhenti. Kupesan sejumlah porsi makan model prasmanan. Peserta tourpun mengambil dgn senang. Satu babak mencapai Bali dimulaiu.
Diseberang sana rupanya seseorang menelon. Ternyata Nyoman Page, seorang Gaet lokal dengan ramah menyapa. "Sampai mana, Bos?" Sejak pagi ia telah menyiapkan diri unt menjemput. Betapa sabar, bayangkan dari pagi hingga menjelang sore menanti kedatangan kami. Sempat makan siang jua.
Setelah sampai di penjemputan, Nyoman Page naik. Tak lupa salam ramah terkulum di wajahnya sambil kedua tangan diosisi depan dada tanda hormat. Karakter orang Bali yg selalu menyenangkan tamu datang ke Bali.
Rombongan langsung menuju Tanah LOT sebagai awal pembuka menjelajah Bali. Ruapanya tepat, terjadi Sunset. Sangat ramai wisatawan mengerumuni sekitar Tanah LOT. Setelah Photo sana-sini, tak terasa malam mulai merambat. Jam nenunjuk k tujuh, romb memutuskan pulang menuju ke penginapan. Sestelah henti sejenak unt makan malam, romb menuju daerah Ubung di mana kami menginap. Ruapanya sfdh banyak romb yg datang lebih dulu. Selesai cekinn, kami berikan kunci kamar pada setiap regu unt mencari kamar sesuai nomor yg ada pada kunci. Rupanya tak begitu suli, setelah saya cek semua regu sdh dapat kamar walau saling pisah. Maklum musim liburan, hampir semua kmr penuh penghuni.
***
Tiba hari yg dinanti, Besakih adalah tujuan kami hari berikutnya. Setelah bnersih diri dan membagikan boxlunch unt sarapan dan hemat waktu, bus meluncur menuju Besakih. Jalan mulus berkelok mengarahkan kami sampai Kintamani. Indahnya panorama dgn Gunung Batur-nya. Serasa nyaman ada di atas jalan tinggi yg telah berpagar. Rupanya sdh ada perbaiukkan unt wisatawan bisa menikmati panorama dgn kondisi yg baik. Apalagi pedagang sdh dibuatkan tempat tersendiri. Wisatawan terasa tak terusik lagi dgn adanya pedagang yg selalu mengejar. Rupanya pemda setempat mempertbaiki situasi demi kenyamanan bersama. Saya yakin pasti akan banyak turis yg datang dgn keadaan seperti ini.
Selanjutnya Gaet mempersilakan pesrta unt masuk bus. Kunjungan kali ini sdh cukup. Ada dua jalan yg mrengarah ke Besakih. Gaet intyruksikan arah kanan sebagai jalan pintas agar lebih cepat walau mungkin agak sempit. Sebaliknya kalau lewat jalan reguler perjalanan bisa 2 jam lebih. Dgn pintas ini waktu dipersingkat jadi 1 jam 10 menit. Adanya untungnya bawa gaet bali asli, mengetahui rute terbaik dan tersingkat yg bisa dijangkau.
Setelah bayar tiket, bus arah naik berbelok pada tempat arkir yg telah disediakan. Tidak seramai LOT. Entah apa demikian. Setelah saya tanyakan, ternyata banyak biro tak mau ke sana. Dari segi bus, sopir merasa terlalu boros solar krn medan yg menanjak dan jauh. Memang penda setempat erlu promosi agar Besakit tetap ramai seramai LOT.
Dengan sedikit naik dan menanjak yg harus dilalui dgn jalan kaki- bisa jua naik ojek kalau mau-sampailah pada kaki Pura Besakih. Kalau dibandingkan, sebuah monumen sekelas Borobudur di Jawa Tengah. Bangunan yg menjulang berundak semakin ke arah atas, semakin menambah takjub. Ada pemisahan rupanya yg telah dibuat kebijakan. Unt masuk pura hanya yg mau ibadah, sedang unt keperluan wisata hanya boleh diluar pura.
Jangan heran, tawaran jualan akan menyertai kita selama berkunujng ke Besakih. Tapi memang itulah yg menjadi mata pencaharian penduduk sekitar dlm mengais rejeki dari wisatawan. Memang perlu bijak dgn cara membeli. Dgn demikian masyarakat wisata sekitar Besakih memperoleh penghasilan. Inilah yg dikatakan widsata unt kesejahteraan masyarakat.
Setelah cukup puas, kami putuskan untuk turun menuju Sukawati membeli oleh-oleh sebagai buah tangan di rumah. Dalam perjalanan mencari Rumah makan unt makan siang cukup sulit. Banyak rumah makan yg tutup karena sepinya pengunjung. Rumah makan bisa melayani sesuai kebutuhan dgn cara pesan jauh sebelumnya. Maklum mereka masak jika ada pesanan. Ini dilakukan unt ,emnghindari kerugian krtn serpinya pengunjung. Saya sempat memperoleh no telp rumah makan dimaksud kalau suatu ketika mau ke Besakih maka saya akan pesan jauh sebelumnya biar bisa dilayani.
Akhirnya sampai ke Sukawati. Sejenak kami makan siang di depan Pasar Sukawati pada Rumah Makan Padang. Kami harus antri krn banyaknya pembeli yg makan siang bersamaan. Dengan lahap kami makan. Sesudahnya, peserta tour menyebar memasuki pasar unt belanja oleh2. Padatnya pengunjung dimusim libur menyulitkan cari tempat parkir.Akhirnya peserta puas. Selanjunya menuju Kutha melihat keramaian malam di kutha. Hari ini perkunjungan diakhiri.
Perjalanan kali ini, hasil ke Bali, lebih khusus ke Besakih.
Tour ini merupakan permintaan seorang ibu yang sukses yang ingin membahagiakan keluarga besarnya dengan mengajak ke Bali. Kali ini saya ketiban sampur unt mengantarkannya. Setelah menyiapkan diri amunisi seperti biasa -membawa snack, minuman, menempelkan mmt perjalanan; bus melaju ke lokasi peserta. Meruntut dari lokasi awal, menyusuri jalan jendral sudirman yg padat merayap. Maklum masa libur banyak orang pergi berakibat jalan padat dan sesak. Tiba di lokasi penjemputan membutuhkan waktu 45 menit yang seharusnya bisa ditempuh 20 menit.
Sesudah persiapan dan peserta masuk, segera bus meluncur ke arah timur melalui jal;u pantura. Menjelang siang, mem,asuki kota pati, peserta berhenti sejenak unt melakukan sholat siang. Membutuhkan waktu 1,5 jam krn masih mendengarkan kotib berkotbah. Akibatnya, rencana pk satu harus makan siang di Tuban, maka makan siang tertunda hingga pk 14.00. Tentu ini berakibat molornya jadwal yg lain.
Memasuki arah Surabaya dengan melalui jalan Tol, makan malam cukup tertunda. Jam 7 malam masuk tol yg berakibat tak bisa menemukan rumah makan unt makan malam. Makan malam teretrunda, dan baru bisa santap malam setelah keluar dari tol di sebuah depot makan sederhana. Sebenarnya pemilik akan menutup krn pesanan sdh overlout, dgn sisa lauk yg ada kami dilayani unt makan malam. Maklum krn lapar, kami terlihat lahap sekali. Sambil sekali bergurau unt menghilangkan rasa lelah akhirnya nasi satu piring habis masuk perut.
Tengah malam, rombvongan memasuki Kota Bangil. Berhenti sejenak, menunggu 2 orang eserta yg ruanya ikut dengan memanfaatkan erjalanan yg harus mamir dulu. Cukup 10 menit uarng yang ditunggu sdh datang. Seorang ibu tengah baya beserta anaknya siap naik dan menuju Bali. Mereka murah senyum dan kelihatan senang. Ternyata baru satu kali ini ke bali. Itu mungkin petunjuk ronan wajah yg ceria.
Pagi kami belum menunjukkan tanda2 samapai penyeberangan. rupanya bus yg saya tumpangi kurang menunjukkan greget untuk mengejar waktu. Jam 9 kami hamir mendekati Ketapang. Bus saya perintahkan unt berhenti cari tempat transit unt sarapan dan makan pagi.
Sebuah rumah makan penyedia soto surabaya kami temukan. Pintu terbuka, anehnya penghuni tak bisa ditemukan. Kami beranikan masuk dengan memberi uluk salam. "Niat ingsun masuk unt keperluan baik" Dengan rasa pd kujelajah ruang sekitar. tak juga kutemukan enghuni. Sesaat berikutnya, seorang gadis remaja yg rupanya pelayan rumah makan keluar, kelihatan habis mandi. Dengan kikuk ia menemuiku. Kujelaskan maksud dan tujuan ke sini. Ia mengangguk, rupanya mengerti apa yg kumaksud.
Dengan seijin pelayanan rumah makan kupersilakan peserta tour unt mandi dengan 4 kamar mandi yg tersedia. Bergilir mereka memanfaatkan sambil menanti soto disiapkan untuk dihidangkan pada kami. Bergantian kami mandi, hingga soto dan segelas teh hangat tersaji di meja. Tak sabar hidangan itu disantap.
Jam 11.00 bus telah andri di penyeberangan. Seorang petugas tak resmi-sepertinya tak menggunakan seragam tapi miunta uang penyeberangan yg tak sesuai tarif yg tertera di loket masuk- nmemninta uang dan karcis pas unt menyeberang. Sempat aku cari info, ternyata tarif tak resmi ini sdh biasa berjalan. Anehnya petugas resmi membiarkan hal itu. Bentuk korupsi lain yg dipelihara di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Entah kapan akan berakhir.
Agak siang baru sampai Gilimanuk. Perut sdh kerocongan, tanda minta isi. Segera soir aku intruksi berbelok jika ketemu rumah makan. Akhirnya sebuah rumah makan di tepi sawah yg lumayan nyaman, disitu romb berhenti. Kupesan sejumlah porsi makan model prasmanan. Peserta tourpun mengambil dgn senang. Satu babak mencapai Bali dimulaiu.
Diseberang sana rupanya seseorang menelon. Ternyata Nyoman Page, seorang Gaet lokal dengan ramah menyapa. "Sampai mana, Bos?" Sejak pagi ia telah menyiapkan diri unt menjemput. Betapa sabar, bayangkan dari pagi hingga menjelang sore menanti kedatangan kami. Sempat makan siang jua.
Setelah sampai di penjemputan, Nyoman Page naik. Tak lupa salam ramah terkulum di wajahnya sambil kedua tangan diosisi depan dada tanda hormat. Karakter orang Bali yg selalu menyenangkan tamu datang ke Bali.
Rombongan langsung menuju Tanah LOT sebagai awal pembuka menjelajah Bali. Ruapanya tepat, terjadi Sunset. Sangat ramai wisatawan mengerumuni sekitar Tanah LOT. Setelah Photo sana-sini, tak terasa malam mulai merambat. Jam nenunjuk k tujuh, romb memutuskan pulang menuju ke penginapan. Sestelah henti sejenak unt makan malam, romb menuju daerah Ubung di mana kami menginap. Ruapanya sfdh banyak romb yg datang lebih dulu. Selesai cekinn, kami berikan kunci kamar pada setiap regu unt mencari kamar sesuai nomor yg ada pada kunci. Rupanya tak begitu suli, setelah saya cek semua regu sdh dapat kamar walau saling pisah. Maklum musim liburan, hampir semua kmr penuh penghuni.
***
Tiba hari yg dinanti, Besakih adalah tujuan kami hari berikutnya. Setelah bnersih diri dan membagikan boxlunch unt sarapan dan hemat waktu, bus meluncur menuju Besakih. Jalan mulus berkelok mengarahkan kami sampai Kintamani. Indahnya panorama dgn Gunung Batur-nya. Serasa nyaman ada di atas jalan tinggi yg telah berpagar. Rupanya sdh ada perbaiukkan unt wisatawan bisa menikmati panorama dgn kondisi yg baik. Apalagi pedagang sdh dibuatkan tempat tersendiri. Wisatawan terasa tak terusik lagi dgn adanya pedagang yg selalu mengejar. Rupanya pemda setempat mempertbaiki situasi demi kenyamanan bersama. Saya yakin pasti akan banyak turis yg datang dgn keadaan seperti ini.
Selanjutnya Gaet mempersilakan pesrta unt masuk bus. Kunjungan kali ini sdh cukup. Ada dua jalan yg mrengarah ke Besakih. Gaet intyruksikan arah kanan sebagai jalan pintas agar lebih cepat walau mungkin agak sempit. Sebaliknya kalau lewat jalan reguler perjalanan bisa 2 jam lebih. Dgn pintas ini waktu dipersingkat jadi 1 jam 10 menit. Adanya untungnya bawa gaet bali asli, mengetahui rute terbaik dan tersingkat yg bisa dijangkau.
Setelah bayar tiket, bus arah naik berbelok pada tempat arkir yg telah disediakan. Tidak seramai LOT. Entah apa demikian. Setelah saya tanyakan, ternyata banyak biro tak mau ke sana. Dari segi bus, sopir merasa terlalu boros solar krn medan yg menanjak dan jauh. Memang penda setempat erlu promosi agar Besakit tetap ramai seramai LOT.
Dengan sedikit naik dan menanjak yg harus dilalui dgn jalan kaki- bisa jua naik ojek kalau mau-sampailah pada kaki Pura Besakih. Kalau dibandingkan, sebuah monumen sekelas Borobudur di Jawa Tengah. Bangunan yg menjulang berundak semakin ke arah atas, semakin menambah takjub. Ada pemisahan rupanya yg telah dibuat kebijakan. Unt masuk pura hanya yg mau ibadah, sedang unt keperluan wisata hanya boleh diluar pura.
Jangan heran, tawaran jualan akan menyertai kita selama berkunujng ke Besakih. Tapi memang itulah yg menjadi mata pencaharian penduduk sekitar dlm mengais rejeki dari wisatawan. Memang perlu bijak dgn cara membeli. Dgn demikian masyarakat wisata sekitar Besakih memperoleh penghasilan. Inilah yg dikatakan widsata unt kesejahteraan masyarakat.
Setelah cukup puas, kami putuskan untuk turun menuju Sukawati membeli oleh-oleh sebagai buah tangan di rumah. Dalam perjalanan mencari Rumah makan unt makan siang cukup sulit. Banyak rumah makan yg tutup karena sepinya pengunjung. Rumah makan bisa melayani sesuai kebutuhan dgn cara pesan jauh sebelumnya. Maklum mereka masak jika ada pesanan. Ini dilakukan unt ,emnghindari kerugian krtn serpinya pengunjung. Saya sempat memperoleh no telp rumah makan dimaksud kalau suatu ketika mau ke Besakih maka saya akan pesan jauh sebelumnya biar bisa dilayani.
Akhirnya sampai ke Sukawati. Sejenak kami makan siang di depan Pasar Sukawati pada Rumah Makan Padang. Kami harus antri krn banyaknya pembeli yg makan siang bersamaan. Dengan lahap kami makan. Sesudahnya, peserta tour menyebar memasuki pasar unt belanja oleh2. Padatnya pengunjung dimusim libur menyulitkan cari tempat parkir.Akhirnya peserta puas. Selanjunya menuju Kutha melihat keramaian malam di kutha. Hari ini perkunjungan diakhiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar