Rabu tanggal merah, menyambut hari raya Nyepi, tepatnya tgl 12 Maret 2013, dimanfaatkan untuk bepergian. Sebagai pengelola biro perjalanan, saat one holyday sebagai kesempatan emas unt tidak dibuang begitu saja. Jauh sebelumnya, Persekutuan doa SPKPJ GKJTU Jemaat Semarang III, tepatnya terletak di wilayah Jl WEirata I/1 mengadakan acara kebaktian padang. Kebaktian padang merupakan sebuah acara rohani yg digunakan unt berbakti dengan diselenggarakan diluar rumah ibadah yg secara rutn biasa dilakukan.
Berangkat pagi benar, sekitar pk 05.00, rombongan sudah menunggu dengan sabar.
Sementara itu, ditempat lain, penyelenggara dan penanggung jawab perjalanan ini sedang menyiapkan insfrastruktur unt perjalanan menuju ke Kebaktian padang. Bus ukuran besar, warna putih dgn kapasitas 50m orang sdh bersiap di depan SMPN 16 semarang. Bus ditata sedemikian rupa dgn membawa bekal secukupnya, ditaksir cukup unt 55 orang selama perjalanan. Ada minuman, snack, dan bekal makan siap terangkut dengan aman. Unt minuman dpt ditaruh di bakasi bawah, sedang snack dan makan siang ada di deatas bus. Maksudnya agar tidak kotor dan layak bersih unt disantap sesampai tujuan.
Pukul 06.15 bus dengan sarat penumpang, 51 orang beserta kru, berangkat meninggalkan tempat penjemputan menuju obyek tujuan. Kali ini yg akan dikunjungi Goa Maria Mojosongo, Taman Jurug dan PGS. Goa maria Mojosongo sbg tempat kebaktiian ditempuh dalam perjalanan, pk 09.00 sdh sampai.
Bus diparkir dipinggir jalan menghadap arah selatan (?). Dgn jalan yg tak begitu lebar, bus seolah cukup menghalangi lalin yg lewat. Lalin yg lain berjalan pelan seolah memberi kesempatan, menghargai, menghormati peserta tour rohani ini unt melakukan aktifitasnya. Hal ini persis yg saya rasakan ketika membawa romb t6oru di Bali. Lalin wrga setempat dgn sabar memberi kesempatan bus-bus tour yg akan berlalu dgn menanati dan memberi kesempatan unt jalan maupun parkir dgn menunggu dgn sabar. Itu cara menyambut warga Bali terhadap para tamu wisatawannya, terasa pula di Solo di sekitar Mojosongo yg kebetulan jadi perhentian pertama obyek tujuan tour rohani.
Setelah bersiap diri di arena Goa Maria Mojosongo, tikar ditata rapi, sound portabel disiapkan, acara dibuka dengan pujian secara bersama. Pemimpin pujian memberi contoh nyanyian dan dgn diringi gitar, para peserta menyanyikan lagu yg telah disiapkan pada teks yg ada. dgn sekitar 2-3 lagu pujian dan dilanjutkan doa pembukaan, dilanjutkan dgn mendengarkan renungan.
Pengkotbah menyampaiakn Firman Tuhan pada intinya, setiap mendapat panggilan pada bisanya umat selalu beralasan dan meyatakan tidak siap sbg mana Yesaya menunjukkan. Lain dgn hamba Tuhan seperti Maria, Esther dan lainnya selalu siap menerima. Diharapkan para peserta tour rohani bersikap seperti hamba Allah Maria dan Esther.
Selesai kebaktian, peserta diberikan kesempatan melihat dan berkeliling sekitar Goa Maria Mojosongo. Karena arena sedang mengalami perbaikkan, terlihat pekerja sedang mengelas baja di atas, kegiatan kel;iling hanya dilakukan sebentar saja. Tepat pk 12.10 peserta meninggalkan arena menuju Taman Jurug Solo
Perjalanan ke Tmn Jurug membutuhkan waktu singkat. Ok 12.35 sdh berada di depan pintu parkir Tmn Jurug. Bus ditata tukang parkir, penumpang turun dengan teratur. Sebelumnya, saat meninggalkan Goa Maria Mojosongo, nasi box bekal makan siang dibagikan di atas bus. Sambil melaju, hampir semua penumpang menyantap dgn lahap, kecuali kru bus. Maklummengendalikan laju Bus Wisata demi keselamatan peserta. Betapa penuh pengorbanan kru unt mau paling akhir manyantap sesampai di Tmn Jurug. Itulah jiwa pelayanan yg di9miliki kru bus yg patut dicontoh.
Aktifitas di Tmn Jurug, dilakukan dengan mangadakan permainan tebak tepat dgn pemenang mendapat hadiah yg menarik. Sehabis permaianan, peserta berkeliling sekitar Tmn Jurug. Ada yg naik kereta mini, duduk-duduk dan ada pula yg hanya jalan-jalan saja. Cukup enak berada di Tmn Jurug. Kondisi lingkungan dgn tetumbhan yg berdaun lebat, mampu menghapus sengat nya pamnas Kota Solo di siang bolong. Sesaat seakan berada di Tawangmangu nan sejuk atau di Bandungan yg menawan.
Pukul 14.25 peserta sdh berpindah tempat ke PGS yg telah diimpikan sejak berangkat dari Semarang. Dengan menginjakkan kaki di tempat parkir bus yg terkesan tidak rapi, lihat saja lantai dasar parkiran masih telanjang tanpa aspal dan sejenisnya; tanah biasa kalau hujan pasti akan berlumpur, begitu turun peserta menyebar dgn dua arah. Ada yg ke arah PGS dan ada pula yg langsung nyater becak yg ternyata langsung menuju Pasar Klewer. Rupanya berada di dua tempat itu sangat mengasyikkan. Penulis sendiri cukup lelah unt terus mengikuti aktifitas ibu-ibu yg doyan belanja.
Selanjutnya, penulis memutuskan unt istirahat di troktoar di bawah pohon raksasa dekat gapura masuk lapangan kraton Solo. Dgn aktifitas ringan, penulis loesehan di atas troktoar dgn membeli segelas air teh ditemani tiga pisang goreng yg manis. Penjualnya seorang ibu muda yg ditemani suami dan seorang anaknya. Rupanya mereka menggunakan kesempatan libur itu unt mengais rejeki.
Tanpa disangka, semakin lama waktu di situ, semakin banyak orang yg menemani nongkrong unt dekedar menghilangkan haus dan omomg kosong simpang siur pembicaraan. Tanap terasa, tuga jam sdh penulis nongkrong bersama mereka. Pk 17.10 peseta tour rohani sdh berkumpul di bus. Segera berangkat melanjutkan perjalanan menuju Semarang.
Ada perubahan terjadi. Rencana makan malam di RM Tamansari Solo sekitar jam 19.00, kegiatan makan prasmanan dipercepat sejalan selesainya wisata belanja di dua tempat tsb.
Sewgewra penulis mengontak RM unt mempercepat 2 jam mempersiapkan menu makan malam kali ini. Bus melaju ke RM Tamanasari-Solo. Hujan menyambut kami memasuki RM. Sesampai di tempat parkir, peserta tidak sabar menuju dan mencari toilet. Banyak menunggu antri unt masuk ke tolilet. Apalagi bersamaan datangnya bus wisata yg lain.
Penulis langsung menuju pelayan unt menanyakan meja pesannan yg harus ditempati. Dgn diiringi seorang pelayan yg ramah, penulis ditunjukan meja yg telah disusun rapi berisi makanan santap malam. Cukup membuat lidah ini sgra mengeluarkan air l;iur melihat sajian makanan di atas meja. Dengan sedikit manunggu waktu, penyaji menyiapkan teh panas di gelas, sarung penuutup makanan sdh dibuka semua. Peserta tour dipersilakn oleh penulis unt menikmati hidangan. Makanan malam penutup ini sungguh nikmat dan mengesankan , apalagi disertai doa makan malam.
Setelah cukup kenyang dgn sajian ini, perjalanan malam dilanjutkan dgn menyusuri jalan lewat Boyolali, salatiga , Ungaran dan akhirnya sampai Semarang. Ada hambatan ketika menuju Bawen. Kondisi jalan sedang perbaikkan, dgn di cor, bus harus merambat pelan. Hingga pukul 22.27 romb sdh sampai di pemberangkatan awal. Peserta mengakhiri tour rohani dengan rasa puas. Perjalanan tour ini berlangsung dengan kerjasama pad Biro Perjalanan LAWANGSEWU PERMAI INDAH tour, sebuah biro perjalanan dgn motto: melayani dengan senang hati. Unt para pembaca, jika punya acara tour dgn tujuan kemana sana, seperti: Bali, Lombok, Bandung, Malang, Gua Pindul, Gunung Bromo, Raja Ampat, bahkan Singapura dan malayusia, penulis siap mengantarkan. unt rencana tour anda hub: 08564 123 8818. Terimakasi.
Berangkat pagi benar, sekitar pk 05.00, rombongan sudah menunggu dengan sabar.
Sementara itu, ditempat lain, penyelenggara dan penanggung jawab perjalanan ini sedang menyiapkan insfrastruktur unt perjalanan menuju ke Kebaktian padang. Bus ukuran besar, warna putih dgn kapasitas 50m orang sdh bersiap di depan SMPN 16 semarang. Bus ditata sedemikian rupa dgn membawa bekal secukupnya, ditaksir cukup unt 55 orang selama perjalanan. Ada minuman, snack, dan bekal makan siap terangkut dengan aman. Unt minuman dpt ditaruh di bakasi bawah, sedang snack dan makan siang ada di deatas bus. Maksudnya agar tidak kotor dan layak bersih unt disantap sesampai tujuan.
Pukul 06.15 bus dengan sarat penumpang, 51 orang beserta kru, berangkat meninggalkan tempat penjemputan menuju obyek tujuan. Kali ini yg akan dikunjungi Goa Maria Mojosongo, Taman Jurug dan PGS. Goa maria Mojosongo sbg tempat kebaktiian ditempuh dalam perjalanan, pk 09.00 sdh sampai.
Bus diparkir dipinggir jalan menghadap arah selatan (?). Dgn jalan yg tak begitu lebar, bus seolah cukup menghalangi lalin yg lewat. Lalin yg lain berjalan pelan seolah memberi kesempatan, menghargai, menghormati peserta tour rohani ini unt melakukan aktifitasnya. Hal ini persis yg saya rasakan ketika membawa romb t6oru di Bali. Lalin wrga setempat dgn sabar memberi kesempatan bus-bus tour yg akan berlalu dgn menanati dan memberi kesempatan unt jalan maupun parkir dgn menunggu dgn sabar. Itu cara menyambut warga Bali terhadap para tamu wisatawannya, terasa pula di Solo di sekitar Mojosongo yg kebetulan jadi perhentian pertama obyek tujuan tour rohani.
Setelah bersiap diri di arena Goa Maria Mojosongo, tikar ditata rapi, sound portabel disiapkan, acara dibuka dengan pujian secara bersama. Pemimpin pujian memberi contoh nyanyian dan dgn diringi gitar, para peserta menyanyikan lagu yg telah disiapkan pada teks yg ada. dgn sekitar 2-3 lagu pujian dan dilanjutkan doa pembukaan, dilanjutkan dgn mendengarkan renungan.
Pengkotbah menyampaiakn Firman Tuhan pada intinya, setiap mendapat panggilan pada bisanya umat selalu beralasan dan meyatakan tidak siap sbg mana Yesaya menunjukkan. Lain dgn hamba Tuhan seperti Maria, Esther dan lainnya selalu siap menerima. Diharapkan para peserta tour rohani bersikap seperti hamba Allah Maria dan Esther.
Selesai kebaktian, peserta diberikan kesempatan melihat dan berkeliling sekitar Goa Maria Mojosongo. Karena arena sedang mengalami perbaikkan, terlihat pekerja sedang mengelas baja di atas, kegiatan kel;iling hanya dilakukan sebentar saja. Tepat pk 12.10 peserta meninggalkan arena menuju Taman Jurug Solo
Perjalanan ke Tmn Jurug membutuhkan waktu singkat. Ok 12.35 sdh berada di depan pintu parkir Tmn Jurug. Bus ditata tukang parkir, penumpang turun dengan teratur. Sebelumnya, saat meninggalkan Goa Maria Mojosongo, nasi box bekal makan siang dibagikan di atas bus. Sambil melaju, hampir semua penumpang menyantap dgn lahap, kecuali kru bus. Maklummengendalikan laju Bus Wisata demi keselamatan peserta. Betapa penuh pengorbanan kru unt mau paling akhir manyantap sesampai di Tmn Jurug. Itulah jiwa pelayanan yg di9miliki kru bus yg patut dicontoh.
Aktifitas di Tmn Jurug, dilakukan dengan mangadakan permainan tebak tepat dgn pemenang mendapat hadiah yg menarik. Sehabis permaianan, peserta berkeliling sekitar Tmn Jurug. Ada yg naik kereta mini, duduk-duduk dan ada pula yg hanya jalan-jalan saja. Cukup enak berada di Tmn Jurug. Kondisi lingkungan dgn tetumbhan yg berdaun lebat, mampu menghapus sengat nya pamnas Kota Solo di siang bolong. Sesaat seakan berada di Tawangmangu nan sejuk atau di Bandungan yg menawan.
Pukul 14.25 peserta sdh berpindah tempat ke PGS yg telah diimpikan sejak berangkat dari Semarang. Dengan menginjakkan kaki di tempat parkir bus yg terkesan tidak rapi, lihat saja lantai dasar parkiran masih telanjang tanpa aspal dan sejenisnya; tanah biasa kalau hujan pasti akan berlumpur, begitu turun peserta menyebar dgn dua arah. Ada yg ke arah PGS dan ada pula yg langsung nyater becak yg ternyata langsung menuju Pasar Klewer. Rupanya berada di dua tempat itu sangat mengasyikkan. Penulis sendiri cukup lelah unt terus mengikuti aktifitas ibu-ibu yg doyan belanja.
Selanjutnya, penulis memutuskan unt istirahat di troktoar di bawah pohon raksasa dekat gapura masuk lapangan kraton Solo. Dgn aktifitas ringan, penulis loesehan di atas troktoar dgn membeli segelas air teh ditemani tiga pisang goreng yg manis. Penjualnya seorang ibu muda yg ditemani suami dan seorang anaknya. Rupanya mereka menggunakan kesempatan libur itu unt mengais rejeki.
Tanpa disangka, semakin lama waktu di situ, semakin banyak orang yg menemani nongkrong unt dekedar menghilangkan haus dan omomg kosong simpang siur pembicaraan. Tanap terasa, tuga jam sdh penulis nongkrong bersama mereka. Pk 17.10 peseta tour rohani sdh berkumpul di bus. Segera berangkat melanjutkan perjalanan menuju Semarang.
Ada perubahan terjadi. Rencana makan malam di RM Tamansari Solo sekitar jam 19.00, kegiatan makan prasmanan dipercepat sejalan selesainya wisata belanja di dua tempat tsb.
Sewgewra penulis mengontak RM unt mempercepat 2 jam mempersiapkan menu makan malam kali ini. Bus melaju ke RM Tamanasari-Solo. Hujan menyambut kami memasuki RM. Sesampai di tempat parkir, peserta tidak sabar menuju dan mencari toilet. Banyak menunggu antri unt masuk ke tolilet. Apalagi bersamaan datangnya bus wisata yg lain.
Penulis langsung menuju pelayan unt menanyakan meja pesannan yg harus ditempati. Dgn diiringi seorang pelayan yg ramah, penulis ditunjukan meja yg telah disusun rapi berisi makanan santap malam. Cukup membuat lidah ini sgra mengeluarkan air l;iur melihat sajian makanan di atas meja. Dengan sedikit manunggu waktu, penyaji menyiapkan teh panas di gelas, sarung penuutup makanan sdh dibuka semua. Peserta tour dipersilakn oleh penulis unt menikmati hidangan. Makanan malam penutup ini sungguh nikmat dan mengesankan , apalagi disertai doa makan malam.
Setelah cukup kenyang dgn sajian ini, perjalanan malam dilanjutkan dgn menyusuri jalan lewat Boyolali, salatiga , Ungaran dan akhirnya sampai Semarang. Ada hambatan ketika menuju Bawen. Kondisi jalan sedang perbaikkan, dgn di cor, bus harus merambat pelan. Hingga pukul 22.27 romb sdh sampai di pemberangkatan awal. Peserta mengakhiri tour rohani dengan rasa puas. Perjalanan tour ini berlangsung dengan kerjasama pad Biro Perjalanan LAWANGSEWU PERMAI INDAH tour, sebuah biro perjalanan dgn motto: melayani dengan senang hati. Unt para pembaca, jika punya acara tour dgn tujuan kemana sana, seperti: Bali, Lombok, Bandung, Malang, Gua Pindul, Gunung Bromo, Raja Ampat, bahkan Singapura dan malayusia, penulis siap mengantarkan. unt rencana tour anda hub: 08564 123 8818. Terimakasi.